telah lama hubungan ini berlangsung
terkadang tersirat dibenakku untuk segera melamarmu dan menikahimu namun
terkadang aku merasa ragu untuk menjalankannya
ketika pertangkaran itu terjadi
semua yang kau katakan memang hanya luapan emosi sesaat
tapi tak pernahkah kau berfikir apa yang kau ucap telah melampaui batas
kau ungkit semua yang pernah kau beri dan lakukan
ketika semua itu berlangsung
jujur saja aku tak tahan
ingin aku akhiri semua sampai disitu
aku tak ingin ketika nanti berumah tangga akan mengalami hal yang sama
tapi urung ketika aku ingat semua baik susah ataupun senang yang kita lewati bersama
itulah kenapa sampai sekarang aku belum langkahkan niatku lebih jauh lagi
aku berani melangkah lebih jauh lagi jika kamu dapat merubah itu semua
meski tak semua pling tidak seperempat dari sifat burukmu yang harus kau rubah
perhatikanlah aku yang haus akan perhatiaanmu
mengapa kau lebih perduli dengan laki-laki lain daripada aku kekasihmu
sadarkah kau..ketika cemburumu kau ingin aku tinggalkan teman perempuanku
tapi ketika aku yang cemburu dan ingin kau tinggalkan orang yang aku cemburui kenapa selalu penolakan yang banyak alasan yang kau keluarkan dan ucapkan
adilkah itu,,,??
bagaimana saat kau melarangku mengikuti organisasi dan lain"
apa yang aku katakan..?? selain mengikuti kemauanmu
dan
bagaimana saat aku meminta atau melarang ini dan itu
apa jawabmu..??selain penolakan yang berujung pertengkaran
apakah kau sosok wanita petengkar seperti yang diungkapkan para motivator (Mario Teguh)
bagaimana mungkin aku akan segera melamar dan menikahimu jika saja kamu dan egomu masih diatas puncak
apakah aku harus selalu mengalah kala aku benar ataupun salah
ingatkah ketika apa yang kamu lakukan salah..apa yang aku katakan
pernahkah aku menenggelamkanmu dalam kesalahan,,pernahkah aku memakimu dan memarahimu mati-matian,,merendahkanmu padahal kamu sudah mengakui kesalahanmu..pernahkah aku sekejam itu .. ??
dan ingatlah ketika aku salah ataupun lupa ,, apa yang kau katakan...??????????????
jangan pernah merasa benar atas setiap tindakanmu
jangan pernah merasa paling tahu meski titlemu tinggi daripada aku
jangan pernah memimpin
karena sesungguhnya pemimpin yang sejati adalah laki-laki dalam rumah tangga
jika kamu merasa dewasa dari aku harusnya setiap pertengkaran kamu selesaikan dengan penjelasan yang jujur bukan pergi meningglkanku yang masih dalam tnda tanya
harusnya bisa menghargai pendapat orang lain meski bertentangan ataupun membuat kita terusik
bukan merasa pendapatmu paling benar
kamu berkata aku harus dewasa tapi kamu sendiri belum tahu apa itu dewasa bagaimana itu dewasa
hal spele... : lebih sering ntah comen di fb, ntah inbox di fb ntah smsn,ntah bbm-an ntah tlfon-an, dan banyak lagi media lainnya..jika kamu sering lakukan dengan laki-laki lain selain pacarmu sendiri tak lebih kau telah menduakannya dengan laki-laki tersebut..bbmmu saja kamu sebarin ketemen" yang kamu tandain difb dan terbagi didinding mereka,,dan dilihat teman mereka yg gak kamu kenal dan ada yg kamu kenal ; mantanmu .. orang lain boleh invite bbm kamu,,kenapa aku tidak
bukan masalah boleh atau tidak,,tapi kamu tak ingat ketika aku melakukan hal yg sama
kamu marah" memaki dan mencaci,,dan seolah kamu tak melakukan hal yg sama
adilkah..??
aku saja jarang dibales ntah sms,inbox fb,bbm dn media lainnya kenapa laki-laki lain lebih sering kamu balas,,bahkan sampai larut malam ketika ijinmu dengnku tidur tapi apa yang kamu lakukan berbeda.
apakah itu baik. . .??
apa gak wajar kalau aku cemburu
apa gak wajar kalau aku marah
(kalau kamu punya hati untuk merasakannya kamu tidak akan pernah berkata semuanya dicemburuin)
dan aku tidak pernah belajar untuk melepasmu, melupakanmu, terbisa tanpamu aku tidak pernah punya antisipasi jika hubungan ini berakhir,,
TAPI ingatkah apa yang sudah kamu pelajari,,dan perlahan kamu mengajariku dengan cuek, jarang sms, jarang tlfon, aku tidak pernah belajar untuk hal itu asal kamu tahu itu.
jika apa yang kamu baca ini membuatmu sadar alhamdulillah
namun
jika membutmu marah dan meledak-ledak berarti kamu tak punya rasa untuk merasa
marahlah dan meledaklah kalau kamu tidak menginginkan hubungan ini lebih jauh lagi
namun sadarlah dan marilah memperbaiki semuanya dan tak mengulangi kebiasaan buruk seperti diatas DEMI kejelasan masa depan hubungan kita ini
jangan demi keluarga namun demi kita berdua
jika bukan karna cinta hubungan ini berjalan mending kita bubarkan saja
aku tak ingin berjalan hanya karna orang tua
aku ingin berjalan karna kita saling membutuhkan, mencintai dan menyayangi.

