Senin, 14 April 2014

Dry fractionation minyak konsumsi


Keuntungan anda = perhatian kami (merujuk pada minyak kelapa sawit)
Saat memilih instalasi kita mempertimbangkan harga, namun satu-satunya pertanyaan yang penting adalah : “Apa yang akan menjadi keuntungan-keuntungan bagi kita setelah bertahun-tahun ??”. Banyak aspek yang harus dipertimbangkan dan hal tersebut dapat dilakukan dengan berbagai macam cara. Berikut beberapa contoh :
Yield : spefikasi kualitas dari produk akhir ditentukan pada dasar yang berbeda. Sangat jarang hasilnya hanya IV ( Nilai Iodine ), lebih sering IV diikuti dengan CP (Cloud Point) tertentu, atau bahkan IV sebagai indikasi dan CP ditambah dengan syarat-syarat CS (Cold Stability) yang berlaku. Kemudian perbedaan di antara dua hal tersebut “rupanya” instalasi-instalasi yang serupa untuk menghasilkan kualitas yang dikehendaki dapat mencapai beberapa persen dalam hasil. Setiap tahun kerugian ini ( L) dapat mengejutkan…
Biaya Energi : perbedaan konsumsi energi muncul khususnya saat pemrosesan rangkap “menggantikan” pemrosesan tunggal. Tentu saja, beberapa instalasi menghasilkan kualitas pembotolan olein dengan satu langkah, yang lain mesti memfraksinasi RBDPO dengan dua langkah untuk menghasilkan kualitas yang memuaskan (terutama yang berkaitan dengan masalah CP dan CS). Biaya pemrosesan ulang meliputi : keperluan-keperluan (uap air panas, listrik, udara, air, bahan-bahan kimiawi,…), kapasitas pabrik, operasional (staf, waktu senggang).
Perkiraan biaya-biaya Uap air panas pada pemrosesan :
  • 80%
  • 55 [kg/t]
  • 0.02 [U$/kg]
= Olein yield fraksinasi awal pada umumnya
=
Biaya steam per ton minyak yg sudah diproses pada umumnya
=
Perkiraan biaya Stem tekanan rendah ( Indonesia Jkt, Nov 2006)
PErkiraan biaya listrik untuk pemrosesan ulang :
  • 80%
  • 40 [kWh/t]
  • 0.05 [U$/kWh]
= Olein yield fraksinasi awal pada umumnya
=
Konsumsi energi listrik per ton minyak pada umumnya
= Perkiraan biaya listrik ( Indonesia Jkt, Nov 2006)
Komposisi minyak kelapa sawit ( elaeis guineensis )
Minyak kelapa sawit sebagian besar terdiri dari 5 asam lemak, di mana asam lemak tersebut dikelompokkan menjadi monoglycerides , (0,2 - 1 %), diglycerides , ( 2-7 %) dan triglycerides , (sekitar 94 %), komponen-komponen kecil (sekitar 1% ). Di sana kami juga menemukan asam lemak bebas
Berkaitan dengan komposisi asam lemak, triglycerides dapat digolongkan menurut tingkat kejenuhannya. Komposisi minyak kelapa sawit sebagai asam lemak jenuh dan asam lemak tak jenuh ada pada perbandingan 50 / 50.
Proses Dry fractionation
Dry Fractionation adalah proses fisik tanpa perubahan kimiawi untuk minyak yang akan dihasilkan. Sebaliknya pada proses fraksinasi lain : Fraksinasi Pelarut dan Fraksinasi Deterjen tidak bahan kimia tambahan, tidak ada kerugian hasil (tidak ada kotoran) dan tidak ada pengeceran.
Kualitas pabrik fraksinasi terletak pada kemampuannya untuk memisahkan triglycerides yang berlainan menurut cara selektif, sehingga kita mencapai komposisi olein dan stearin sesuai sasaran. Sayangnya interaksi di antara berbagai komponen minyak kelapa sawit (lebih dari 40 glycerides), bentuk crystallizer (mesin dan termodinamika), pengaturan proses, sebagaimana pengaruh filtrasi secara drastic pada operasi ini.
Proses dry fractionation dapat digambarkan sebagai berikut : minyak panas, dengan di- dan triglycerides yang mencair sepenuhnya kita dinginkan hingga mencapai titik jenuh paling besar . Ketika proses dry fractionation ini mencukupi, minyak luar biasa dingin memasuki fase pembentukan inti ( pembentukan kotoran-kotoran kristal ), diikuti dengan fase perkembangan kristal-kristal. Orang dapat saja berpikir bahwa titik lebur tinggi (MP) triglycerides (TAG) pertama kali akan mengkristal sebagai nuclei, kemudian titik lebur lebih rendah TAG akan bersatu dan seterusnya, hingga kita menciptakan fluida yang disebut kristal-kristal “ stearin” , berhenti pada cairan “ olein” . Namun ini jauh dari sesederhana itu.
Kita menghadapi eksotermik yang sangat rumit, proses kristalisasi polimorphik , di mana dinamika kristalisasi tidak sepenuhnya berhubungan dengan titik-titik lebur. Selain itu, daya larut beberapa triglycerides mempengaruhi pemilihan dari pembentukan kristal-kristal. Pengaturan suhu minyak dan air (namun tidak hanya hal tersebut !) memiliki pengaruh penting selama tingkat pembentukan inti, sebagaimana juga selama perkembangan kristal-kristal.
Sehubungan dengan faktor-faktor ini yang membuat proses ini begitu rapuh dan sensitif, kami dapat mengerti bahwa istilah dari “seni kristalisasi” adalah sungguh benar adanya.
KCS Pabrik dry fractionation
 
Pengetahuan ini ada pada sebagian besar dari hasil proyek tehnik selama 12 tahun dengan Fractionnement Tirtiaux S.A. (Belgia). Menguraikan pabrik-pabrik fraksinasi untuk kelapa sawit, mentega, minyak ikan, dengan berbagai tipe crystalliser dan filter, bersama dengan departemen R&D, telah memberi kami gambaran yang sangat lengkap mengenai teknologi yang kompleks ini.
Bagian-bagian utama dari pabrik dry fractionation KCE modern :
  • Active Loading – memindahkan minyak dari tempat penyimpanan di perkebunan, atau buffer tank ke crystallizer. Selama pengoperasian ini kristal minyak mencair, namun kami juga “mengantisipasi” tingkat pembentukan inti.
  • Crystallizer – mendinginkan minyak secara tepat sesuai prosedur dengan tujuan untuk mencapai kristalisasi yang seksama dan perkembangan kristal yang optimal selama waktu tunggu hingga olein mencapai kualiatas yang ditargetkan.
  • Membrane filter – pemisahan secara fisik antara “ olein ” dan “ stearin ” melalui kain-kain penyaring , dipasang pada pelbagai tipe piringan filter
  • Process control – MCC dan panel-panel kontrol PLC dengan sistem komputer SCADA yang sangat maju untuk mengawasi dan mengatur operasi pabrik.
Seluruh pemasangan dilengkapi dengan air dan pompa-pompa minyak yang dibutuhkan, tangki-tangki penyimpanan dan perlengkapan keperluan tambahan (menara-menara pendingin, pembeku/pendingin, kompresor-kompresor udara, dan lain-lain).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar